Saat saya mau tidur mempunyai ide untuk menulis tentang Iqra, Membaca, Moco , Reading Dan Katab, Menulis, Writing kata-kata yang mempunyai sebuah makna sederhana tapi mempunyai manfaat yang luar biasa jika sudah dilakukan dalam kehidupan sehari-hari kita. Ide menuangkan tulisan ke dalam blog saya lanjut setelah bangun tidur dan sehabis melakukan sholat malam.
![]() |
| Membaca di Perpustakaan |
Saya mengangkat tentang IIqra, Membaca, Moco , Reading Dan Katab, Menulis, Writing, terinspirasi saat mengikuti Seminar literasi beberapa waktu lalu yang diselenggarakan oleh Ikatan Guru Indonesia Kab. Bojonegoro, tempat di SMPN 1 Bojonegoro. Waktu itu penyajinya adalah Bapak Satria Dharma, kalo boleh saya mengatakan beliau ini adalah Bapak Literasi Indonesia.Dalam seminar itu Bapak Satria Dharma Mengatakan bahwa literasi adalah kemampuan untuk memahami dan menggunakan bentuk bahasa tertulis atau Literasi adalah kemampuan membaca dan menulis. Seminar yang membuat saya tertegun dan menjadi pemikiran saya yaitu saat beliau (bapak Satria Dharma) mengatakan bahwa Allah menurunkan wahyu pertamaNya denga PERINTAH MEMBACA (IQRA) perintah tersebut diulang sampai tiga kali yaitu:
Bacalah dengan (menyebut nama tuhanmu yang menciptkan)
Dia telah menciptkan manusia dari segumpal darah
Bacalah dan Tuhamulah Yang Maha Pemurah
Yang Mengajar (manusia) dengan perantaraan Qalam
Dia Mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya
Membaca adalah PERINTAH PERTAMA DAN UTAMA BAGI UMAT ISLAM yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Perintah Membaca ini begitu pentingnya sehingga diturunkkan yang PERTAMA KALI, PERINTAH PERTAMA DAN UTAMA BAGI UMAT ISLAM. Dalam Alqur'an , kata kerja 'katab" (menulis) beserta bentukkannya disebutkan 303 kali. kata "qarra"(membaca) sebanyak 89 kali. " Reading is the single most important skill necessary for a happy, productive and successful life." National Institute of Child Health and Human Development.
Dalam Seminar Literasi itu Beliau juga memaparkan bukti-bukti bahwa Membaca dan menulis itu penting bagi bagi kehidupan manusia, yaitu Misteri Perang Badar: Pada 17 Ramadhan 2 H ( 13 Maret 624 H), pasuka islam berperang melawan kaum Quraisy di dekat sumur Badar. Pasukaa Rasullah SAW hanyalah 300-an. Pihak Kafir sebanyak 1000 orang di bawah pimpinan Abu Jahal. Dengan Izin Allah SWT, 70 orang musyrik Quraisy berhasil dibinasakan dan 70 orang musyrik lainnya ditawan. Tebusan tawanan berkisar antara 1000-4000 dirham/orang. Nabi Muhammad SAW membuat sebuah kebijakan yang sangat tidak lazim . NABI TIDAK MEMINTA TEBUSAN tapi meminta ganti seseuati yang jauh lebih berharga daripada harta apa itu? Rasullah melepaskan para tawanan kaum Quraisy yang pandai tulis-baca dengan menebus dirinya dengan mengajarkan tulis baca kepada 10 orang anak Madinah. Mengapa ? apa urgensi LITERASI pada jaman itu sehinggah Rasullah lebih memilihnya ketimbang harta tebusan yang tinggi.. Zaman kejayaan islam (sekitar 750M- sekitar 1258M) adalah masa ketika para filsuf, ilmuwan dan insiyur di Dunia Islam menghasilkan banyak kontribusi terhadap perkembangan teknologi dan kebudayaan, baik dengan menjaga tardisi yang telah ada atapun dengan menambahkan penemuan dan inovasi mereka sendiri.
Peradaban Islam tak hanya melahirkan generasi yang mumpuni di bidang keagamaan tapi juga berbagai ilmu pengetahuan. Era itu banyak melahirkan para ilmuwan di berbagai bidang dengan berbagai temuan atau teori-teori baru yang menjadi sumbangan bagi sejarah peradaban dunia. Beberapa ilmuwan Islam paling berpengaruh berjasa didunia:
Ibnu Rusd (Averroes) Abu Walid Muhammad bin Rusyd lahir di Kordoba (Spanyl) pada tahun 520 Hijriah (1128 Masehi), Ibnu Sina (Avicenna) dikenal juga sebagai Avicenna
di Dunia barat adalah seorang filsuf, ilmuwan, dan juga dokter kelahiran Persia, Al-Biruni, merupakan matematikawan, astronom, fisikawan, sarjana, penulis ensiklopedia
, filsuf, pengembara, sejarahwan, ahli farmasi, dan guru yang banyak menyumbang kepada bidang matematika, filsafat, obat-obatan.
Dari apa yang saya ungkapan saat mengikuti seminar literasi, sungguh betapa besar manfaat yang bisa kita dapatkan jika kita Iqra, Membaca, Moco , Reading Dan Katab, Menulis, Writing tetapi dalam kenyataan yang sering ditemukan budaya Iqra, Membaca, Moco , Reading Dan Katab, Menulis, Writing, masih langka dimasyarakat kita, ini dibuktikan dengan apa yang dikatakan Taufik Ismail dengan judul Tragedi Nol Buku: mengapa orang Indonesia (sedikit sangat sedikit, luar biasa sedikit) membaca buku? Taufik Ismail mengadakan penelitian ke SMA di 13 Negara antara Juli-Oktober 1997 mengenai :
1. kewajiban membaca buku
2. Tersedianya buku wajib di perpustakaan sekolah
3. Bimbingan Menulis
4. Pengajaran Sastra di Sekolah
apa yang Ia dapatkan dari penilitiannya : Siwa kita tidak membaca dan menulis, siswa kita rabun membaca dan menulis. Menurut Taufik Ismail : Dijaman yang modern ini, 90% siswa Indonesia hanya mengandalkan hidupnya dengan melihat dan mendengar saja (primitif). Alat semakin modern tapi tanpa membaca buku maka kita masih primitif. Dari penelitian Taufik Ismail ini, merupakan tamparan telak bagi dunia pendidikan, bagaimana menumbuhkan budaya Iqra, Membaca, Moco , Reading Dan Katab, Menulis, Writing dikalangan siswa, wah ini tidak terlepas dari peran guru juga, orang tua dan masyarakat sekitar. Sehingga dengan melihat kenyataan seperti ini maka Mendikbud Anies Baswedan luncurkan Gerakan Literasi Sekolah dimana dikeluarkannya Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti. Tujuan gerakan ini untuk membiasakan dan memotivasi siswa agar mau membaca dan menulis guna menumbuhkan budi pekerti.
Namun dalam kenyataan masih ada sebagian sekolah-sekolah yang masih belum mencukupi bukunya untuk membudayakan membaca, kenapa saya mengatakan demikian?????karena selama beberapa bulan saya masuk kelas, buku yang dibaca siswa-siswi sama saja, lha ini kadang-kadang membuat anak menjadi bosan kemudian,masyarakatnya yang belum bisa mendukung terutama masyarakat pedesaan, sebagian siswa banyak yang diasuh oleh nenek/kakenya, dimana mereka kurang mendapat perhatian penuh, karena orang tua kandung harus pergi ke luar negeri maupun ke kota untuk mencari nafkah......Dilema juga, Apa semua harus terputus sampai disini, jawabannya " Tidak" Semua akan teratasi jika ada niatan kuat untuk berubah sedikit demi sedikit serta mampu melihat sejarah.
Semoga dengan Iqra, Membaca, Moco , Reading Dan Katab, Menulis dan didukung oleh pihak-pihak yang terkait, baik pemerintah,guru serta masyarakat, maka Iqra, Membaca, Moco , Reading Dan Katab, Menulis, Writing menjadi menu wajib disetiap individu, sehingga Iqra, Membaca, Moco , Reading Dan Katab, Menulis, Writting bukan sesuatu yang susah untuk dilakukan tetapi menjadi ketagihan jika tidak Iqra, Membaca, Moco , Reading Dan Katab, Menulis, Writting..... Amin
Terima kasih, Salam!!!!!!

