Selasa, 16 November 2021
Minggu, 18 April 2021
Kamis, 11 Maret 2021
Selasa, 23 Februari 2021
Rabu, 17 Februari 2021
Pengelolaan Lahan Sekolah untuk Kebun Sekolah
PENDAHULUAN Sekolah adalah rumah kedua bagi anak-anak untuk belajar dan bermain.
Bahkan tak jarang sekolah menjadi rumah idaman bagi sebagian siswa yang aktif
mengikuti program-program sekolah. Untuk itu seharusnya sekolah dirancang
sebagai bangunan yang nyaman dan indah sehingga banak siswa yang betah belajar
dan berlama-lama di sekolah. Kondisi alam di Kalimantan Tengah khususnya di
Katingan pada umumnya bertanah gambut. Lokasi sekolah, perkantoran, perumahan
dan lokasi strategis lainnya terpaksa harus di bangun di atas tanah gambut.
Dengan kondisi tersebut banyak ditemui lokasi sekolah yang memiliki lahan kosong
yang tidak dimanfaatkan selain didirikan bangunan. Hal ini juga terjadi di SMPN
5 Katingan hilir. Kondisi tanah gambut yang susah untuk diolah membuat guru dan
siswa enggan untuk memanfaatkan lahan kosong tersebut menjadi lahan yang
produktif. Tak jarang sering ditemui lahan kosong di sekolah justru menjadi
pemandangan yang tidak sedap dipandang karena ditumbuhi banyak rumput liar dan
menjadi sarang nyamuk. Apabila hal tersebut dibiarkan maka pembelajaran bisa
terganggu. SMPN 5 Katingan Hilir terletak di kabupaten Katingan kota Kasongan
yang berjarak ± 90 Km dari kota Palangka Raya. Sekolah ini merupakan salah satu
sekolah percontohan di Kasongan. Meskipun demikian masih ada kendala dalam
pengelolaan sekolah terutama dalam penataan sekolah. Lokasi sekolah yang luas
dengan tanah gambut membuat sekolah ini banyak lahan kosong yang belum
dimanfaatkan. Lahan gambut ang susah diolah menjadi masalah tersendiri bagi
sekolah. Tanah gambut jika hujan akan tergenang air dan jika musim kemarau mudah
tumbuh tanaman atau rumput liar. Kondisi tersebut membuat pemandangan yang tidak
sedap dipandang mata. Bahkan bisa menjadi sarang penyakit seperti sarang nyamuk
yang dapat menggangu proses pembelajaran di sekolah. Permasalahan lain adalah
kurangnya guru untuk mengajak murid-muridnya memanfaatkan lahan kosong tersebut.
Kurangnya kesadaran tersebut juga didukung dengan rendahnya pengetahuan guru
tentang pemanfaatan lahan kosong di sekolah. Dengan adanya masalah tersebut, tim
pengabdian kepada masyarakat bekerjasama dengan mitra untuk memanfaatkan lahan
kosong di sekolah menjadi taman toga.
Kamis, 04 Februari 2021
Langganan:
Postingan (Atom)



























